Pesona Keindahan Sunset di Gili Kedis
Perjalanan yang sangat menyenangkan buat para travellers menikmati keindahan alam sang matahari terbenam. Dengan jarak sekitar 15km dan memakan waktu tempuh 10 menit naik boat melalui KIYAKABIN, sepanjang perjalanan travellers akan menikmati setiap dentuman kayu kapal dengan air laut dan menyapa percikan air laut terhempas keudara.
Jelang sore itu birunya laut, pantai dengan gugusan pasir putih panjang dengan pohon rindang yang berjejer rapi di bibir pantai seakan tersenyum menyambut kami. Ini dia Gili Kedis surganya melihat sunset di area sekotong lombok barat.
Jelang senja, beberapa wisatawan akan datang menghampiri Gili Kedis. Selain menjejakan kaki di pasir putih, mayoritas dari mereka memilih untuk selfie dan berfoto di Ayunan yang disediakan untuk wisatawan untuk menikmati sunset. Selain itu ada juga sebuah warung kopi yang dijadikan untuk sekedar tempat istirahat ataupun memesan segelas kopi hitam panas khas lombok. Sunset sedikit lagi datang dan mereka seperti juga hendak begoyang bersama angin laut yang menerpa disini. Ada yang sudah bersiap bergaya, dan ada yang sedang asyik dengan kameranya, termasuk kami.
Sunset akhirnya datang. Bola merah raksasa itu terlihat penuh dengan cahaya yang ia biaskan ke air laut. Beberapa wisatawan tetap antusias menyambutnya. Cahaya keemasannya, berjejak pelan sampai ke tempat kami berada. Semua mata kami terpusat ke arah yang sinar yang seperti membuat garis. Pesona itu semakin nampak ketika pancaran itu membuat laut yang terlihat bening itu perlahan-lahan menjadi kemerahan seiring langit yang mulai diselimuti jingga.
Siluet yang begitu artistik serta memukau tercipta saat matahari perlahan-lahan menghilang seakan ditelan bumi. Seberkas cahaya jingga juga, akhirnya sedikit demi sedikit memudar. Kecantikan dan kemolekan pantai itu sementara harus reses sementara. Perlahan kami bercengkrama sambil berjalan menuju boat yang kami tumpangi. Saatnya menuju kembali ke Kiyakabin, diperjalanan menuju penginapan kami disuguhi pertunjukan spesial dari sang pencipta. Sisa-sisa cahaya jingga tadi seakan terpecah di langit, menunjukan keindahan nya dan seakan menegur kami hey sang malam sudah hampir tiba, istirahatlah dan tunggu hari esok.

